Menulis untuk Indonesia

Popularitas Lagu Timur Warnai Industri Musik Tanah Air, Bikin Bangga Indonesia

Popularitas Lagu Timur Warnai Industri Musik Tanah Air, Bikin Bangga Indonesia

Pada 2025 lalu, lagu Tabola Bale sukses menghentak industri musik tanah air. Tak hanya digandrungi masyarakat seantero Nusantara, lagu pop energik ini bahkan berhasil menggoyangkan panggung Istana Merdeka saat perayaan HUT ke-80 RI. Karakter lagunya yang ringan, mudah didengar, dan membangkitkan “gairah”, sehingga cocok dinyanyikan lintas generasi. Tak heran jika lagu tersebut diputar dan dinyanyikan di mana-mana. Tabola bale merupakan satu dari sekian banyak lagu timur yang berhasil menerobos industri musik Indonesia. Fenomena ini menjadikan lagu-lagu timur sebagai jenis lagu yang layak diperhitungkan. Bahkan, musik Timur kini telah bertransformasi menjadi kekuatan utama yang memberi warna baru dan kesegaran dalam kancah…
Read More
Angka Perkawinan di Indonesia Kian Merosot, Ketidakstabilan Ekonomi Kena Sorot?

Angka Perkawinan di Indonesia Kian Merosot, Ketidakstabilan Ekonomi Kena Sorot?

Menjadi seorang asisten advokat membuat saya akrab dengan perkara perdata Islam, terutama perceraian. Setiap hari, pekerjaan saya berputar di sekitar orang-orang yang ikatan rumah tangganya sedang retak. Bahkan, pernah dalam satu hari saja saya mendampingi puluhan klien yang sebagian besar datang dengan satu tujuan, “mengakhiri pernikahan”. Jika sebagian besar orang hanya mendengar berita tingginya angka perceraian melalui televisi atau media sosial, saya menyaksikan sendiri kondisi riil di lapangan. Di tempat tinggal saya, Kabupaten Jember, angka perceraian tahun ini melonjak tajam. Sejak Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 2.211 perkara perceraian masuk, yang mayoritas didominasi oleh cerai gugat yang diajukan pihak…
Read More
Menghidupkan Budaya Kritis di Era Digital

Menghidupkan Budaya Kritis di Era Digital

Pikiran merupakan hal yang paling penting dalam sejarah peradaban manusia. Piara filsuf bahkan sampai pada kesimpulan, bahwa kekuatan manusia terletak pada pikirannya. Seorang filsuf asal Skotlandia, Sir William Hamilton memberikan satu kutipan yang menohok, “tidak ada yang agung di dalam diri manusia kecuali pikirannya”. Tentu bukan hal aneh ketika pikiran menjadi salah satu objek kajian yang terus-menerus dibahas oleh manusia hingga sekarang. Secara teoritis-praktis, pikiran merupakan sumber suka, duka, penyesalan, hingga kekhawatiran dalam diri manusia. Kompleksitas cara pandang ini kemudian membentuk suatu hal yang disebut “mindset”, yakni sekumpulan kepercayaan atau cara berpikir yang menentukan sikap dan perilaku seseorang. Pikiran Sebagai…
Read More
Nyala Semangat dalam Kapsul Obat

Nyala Semangat dalam Kapsul Obat

Jika harus menyebutkan nama orang terdekat yang paling sabar, saya akan menyebut Ibu. Beliau adalah sosok paling tabah yang pernah saya kenal. Meski harus rutin bolak-balik ke rumah sakit setiap minggu, senyum masih selalu terbit dari wajahnya. Apalagi melihat semangatnya yang terus menyala dan kegigihannya untuk sembuh, membuat hati kecil saya terenyuh. Hingga artikel ini ditulis, setidaknya ada ribuan pil dan kapsul obat yang masuk ke dalam tubuhnya, menyangga untuk bisa beraktivitas seperti sediakala. Tak bisa dibayangkan, butuh berapa banyak kompromi dan kata-kata penguat hati untuk bisa sampai sejauh ini. Sempat Hancur Ketika Didiagnosa Autoimun Saya pernah bertanya bagaimana perasaan…
Read More
Kiat Lulus Ujian Profesi Advokat (UPA)

Kiat Lulus Ujian Profesi Advokat (UPA)

"Selamat sol, kamu lolos". Begitu bunyi pesan whatsapp pengacara di kantor tempat saya magang, sembari mengirimkan satu lampiran berjudul "UPA 2026 - Hasil Ujian Kota Jember". Saya yang saat itu sedang menganalisis sebuah perkara, terdiam sejenak, tak henti-hentinya mengucapkan syukur alhamdulillah. Akhirnya satu fase terlewati lagi, yang artinya semakin dekat menuju agenda sumpah untuk bisa beracara sendiri sebagai seorang advokat nantinya. Sebelum diangkat menjadi advokat, ada beberapa tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu. Pertama, mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat), Kedua mengikuti UPA (Ujian Profesi Advokat), dan Ketiga Pengangkatan & Pengambilan Sumpah. Artinya, menjadi sarjana hukum saja tidak cukup, dimana…
Read More
Teknologi Tanpa Empati itu Hampa

Teknologi Tanpa Empati itu Hampa

Sumber gambar: Pexels/Cottonbro Studio Saya mendengar salah seorang nyeletuk, “sekarang teknologi semakin maju, tapi sayangnya moral manusianya justru makin mundur, miris ya.” Dan dipikir-pikir, sepertinya celotehan tersebut ada benarnya juga. Apalagi ketika melihat kebiasaan manusia yang saat ini menjadi hampir sepenuhnya berada pada ruang digital, menciptakan sebuah kekhawatiran bagi masa depan umat manusia. Coba kita lihat, di media sosial dirancang untuk mengamplifikasi emosi secara ekstrem, untuk satu tujuan: Engagement. Akhirnya, kita merasa harus selalu up-to-date, sehingga merasa mantengin HP adalah suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Bukankah sangat mengerikan? Ketika Kecepatan Jadi “Standar” Tunggal Seperti yang kita ketahui bersama, perkembangan…
Read More
Menulis atau Tergilas? Nasib Idealisme Anak Muda di Zaman yang Serba Instan

Menulis atau Tergilas? Nasib Idealisme Anak Muda di Zaman yang Serba Instan

Idealisme dari 1 Artikel Dulu, saya ingat sekali seberapa sulitnya perjuangan untuk menulis di blog. Jangankan menulis artikel, saya bahkan tidak memiliki laptop atau komputer sendiri di rumah. Jadinya, mau nggak mau saya harus minjem laptop temen, atau paling tidak ya jalan kaki ke warnet yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari rumah. Batin saya, “hujan badai angin ribut bukan halangan, apapun yang terjadi saya harus nulis”. Entah apa yang ada di benak saya kala itu, tapi yang saya ingat bahwa saya begitu semangat untuk menulis blog. Rasanya, udah seperti orang yang lagi kasmaran. Maklum, blog saat itu masih belum…
Read More
Kimpul, Jadi Saksi Diversifikasi Pangan Indonesia yang Melimpah

Kimpul, Jadi Saksi Diversifikasi Pangan Indonesia yang Melimpah

source image: TikTok/@black.sheep8208 “Nggak semua harus dikimpul-kimpulkan” Senyum dan tawa saya auto pecah ketika video tentang Kimpul kembali muncul di FYP. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini sejagad maya sedang ramai membicarakan sumber makanan berjenis umbi-umbian tersebut. Awalnya saya belum mengenal apa itu Kimpul. Jangankan Kimpul, menyebutkan ubi dan singkong pun seringkali tertukar. Tentu sangat aneh ketika algoritma TikTok membawa video per-umbi-umbian ini melewati linimasa saya. Namun anehnya, justru dari situ saya jatuh cinta. Cerita ini bermula dari video seorang creator TikTok dengan username @black.sheep8208 yang sering recook makanan kekinian, lalu mengganti salah satu bahan dengan alternatif lain, Kimpul misalnya. Contohnya nih,…
Read More
Menulis dari Hati, Karena Suara Kecil Kita Tetap Berarti untuk Indonesia (Sebuah Refleksi)

Menulis dari Hati, Karena Suara Kecil Kita Tetap Berarti untuk Indonesia (Sebuah Refleksi)

Sumber gambar: pexels/PNW Production Ada banyak cara untuk mencintai Indonesia, salah satunya yakni dengan menulis. Bagiku, menulis bukanlah sekadar hobi saja, melainkan juga menjadi media paling tepat untuk menyampaikan perasaan, termasuk seberapa besar rasa cintaku pada negeri ini. Sebelum seyakin ini, aku sempat ragu pada kapasitas diri, “siapalah aku” gitu. Apalagi ketika berbicara Indonesia, negara dengan ratusan juta jiwa, negara dengan sebesar dan seluas ini, dengan pulau-pulau kaya yang membentang dari Aceh sampai Papua, duh.. rasanya seperti mustahil akan ada yang mendengar suara kecilku. Namun, bagaimanapun aku tetaplah aku. Ada begitu banyak hal yang ingin kutulis agar memberi dampak bagi…
Read More