Tinggal di Pandhalungan Itu Seru, Cuma Sering Bingung Ini Lagi Di Jawa Atau Madura

Sejak lulus SD, saya resmi diboyong untuk menetap di Kota Jember. Artinya, sudah bertahun-tahun saya menghirup udara bumi jembatan Madura-Jawa ini. Dari yang awalnya kaget sampai akhirnya terbiasa, sedikit banyak saya mulai memahami realita unik tinggal di kawasan Pandhalungan, tempat akulturasi beragam budaya yang melebur menjadi satu.

Tinggal di kota Pandhalungan itu jujur saja sangat seru. Tapi di saat yang bersamaan, ada satu krisis identitas kecil yang terus berulang setiap hari: “saya ini sebenarnya lagi di Jawa atau di Madura?

Sebab, atmosfernya benar-benar hybrid. Di satu tempat saya merasa seperti lagi berada di pinggiran Solo, yang Jawanya begitu kental, tapi begitu belok ke gang sebelah, nuansanya langsung berpindah serasa di Bangkalan. Hehe.

Plus Minus Tinggal di Kota Pandhalungan

Keuntungan utama tinggal di wilayah Pandhalungan tentu ada di urusan makanannya. Kuliner di sini relatif bervariasi. Kamu bisa menikmati nasi pecel dengan bumbu kacang khas Jawa, lalu sejam kemudian melipir makan soto Madura dengan kuah gurih berkaldu pekat. Budayanya pun kaya, dari tradisi pesantren yang kental sampai kesenian reog pun ada.

Pilihan bahasanya apalagi, sangat beragam! Tapi, di sinilah letak “minus” alias lika-liku utamanya, yakni Miskomunikasi.

Karena bahasa di kota Pandhalungan ini campur aduk, interaksi sehari-hari sering kali diwarnai adegan salah paham yang absurd. Sering banget terjadi situasi di mana seorang penanya memakai bahasa Madura, lalu si penjawab merespons memakai bahasa Jawa dan anehnya, mereka berdua sama-sama paham!

Tapi ya tidak jarang juga bikin garuk-garuk kepala. Ada kalanya kita bingung harus pakai bahasa Jawa atau bahasa Madura saat menyapa orang baru. Mau sok-sokan jawab pakai bahasa Madura, takut kosa katanya keliru lalu disangka menantang berkelahi. Mau jawab pakai bahasa Jawa, lawannya ternyata cuma paham bahasa Madura. Ya repot.

BACA  Menulis atau Tergilas? Nasib Idealisme Anak Muda di Zaman yang Serba Instan

Interaksi unik sekaligus bikin bingung seperti ini rasanya cuma bisa kamu temui di tanah Pandhalungan. Sebuah tempat di mana batas antar-suku tidak lagi bersekat, menciptakan harmoni yang seru walau sesekali bikin bingung sendiri.

By Faisol Abrori

Tertarik menulis beragam hal seperti bisnis, teknik marketing, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kerja sama, kirim email ke: faisolabrori5@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *