25
Agu
Menjadi seorang asisten advokat membuat saya akrab dengan perkara perdata Islam, terutama perceraian. Setiap hari, pekerjaan saya berputar di sekitar orang-orang yang ikatan rumah tangganya sedang retak. Bahkan, pernah dalam satu hari saja saya mendampingi puluhan klien yang sebagian besar datang dengan satu tujuan, “mengakhiri pernikahan”. Jika sebagian besar orang hanya mendengar berita tingginya angka perceraian melalui televisi atau media sosial, saya menyaksikan sendiri kondisi riil di lapangan. Di tempat tinggal saya, Kabupaten Jember, angka perceraian tahun ini melonjak tajam. Sejak Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 2.211 perkara perceraian masuk, yang mayoritas didominasi oleh cerai gugat yang diajukan pihak…
