19
Agu
JEMBER- FAISOL.ID - Pernahkah Anda membayangkan sebuah balai desa di mana warga miskin tak perlu sungkan masuk karena takut diabaikan, atau sebuah dusun terpencil di ujung desa yang tak lagi dianaktirikan saat pembagian anggaran? Di balik plang kantor desa dan tumpukan berkas administrasi, keputusan seorang kepala desa menentukan dapur siapa yang tetap ngebul dan jalan mana yang akhirnya beraspal. Sayangnya, cerita tentang bantuan sosial yang salah sasaran hingga pembangunan yang terkonsentrasi di sekeliling lingkaran elite desa masih menjadi makanan sehari-hari masyarakat pedesaan. Merespons jeritan dari akar rumput tersebut, hadir sebuah gema perubahan dari Jember. Adalah Siti Habiba, S.Pd., seorang aktivis…
