Merdeka Menulis

Inilah Alasan Kenapa Menulis Opini Soal Indonesia Sangat Dilematis

Inilah Alasan Kenapa Menulis Opini Soal Indonesia Sangat Dilematis

Kalau ada yang bilang Indonesia itu negeri surgawi, rasanya hampir semua dari kita bakal manggut-manggut setuju. Negeri ini adalah perpaduan antara keindahan alam, makanan terenak di dunia, dan sekaligus arena kebudayaan paling lengkap yang pernah diciptakan Tuhan. Sebagai orang yang lahir dan tumbuh di sini, rasanya mustahil untuk tidak jatuh cinta pada Indonesia. Coba bayangkan: di mana lagi kamu bisa menemukan negara dengan ratusan bahasa daerah yang bisa hidup berdampingan di bawah satu bahasa persatuan? Budayanya kaya luar biasa, mulai dari batik, tari-tarian, hingga tradisi gotong royong yang bikin warga luar negeri takjub. Belum lagi urusan perut. Makanan kita itu…
Read More
Kenyataan Pahit Kerja di Ibu Kota: Belum Sampai Kantor, Badan Sudah Remuk Duluan Kena Desak-desakan

Kenyataan Pahit Kerja di Ibu Kota: Belum Sampai Kantor, Badan Sudah Remuk Duluan Kena Desak-desakan

Beberapa hari lalu, timeline media sosial saya mendadak ramai oleh sebuah video pendek. Isinya bukan tentang mukbang makanan kekinian atau ulasan tempat nongkrong estetik, melainkan rekaman lautan manusia di sebuah stasiun. Mereka saling dorong, sikut-sikutan, dan berusaha merangsek masuk ke dalam gerbong KRL yang kapasitasnya terlihat udah full banget. Awalnya saya pikir itu rekaman situasi darurat atau simulasi evakuasi bencana. Tapi setelah membaca kolom komentar, penuturan para warganet justru bikin elus dada. Pemandangan mengerikan seperti itu ternyata bukan kejadian luar biasa, melainkan agenda rutin harian—senin sampai jumat, pagi dan sore warga Jakarta dan sekitarnya. Melihat visual mengerikan itu, sebuah kesimpulan…
Read More
Masihkah Kita Mendongeng Sebelum Tidur? Cara Sederhana Menjaga Legenda Nusantara Agar Tak Punah

Masihkah Kita Mendongeng Sebelum Tidur? Cara Sederhana Menjaga Legenda Nusantara Agar Tak Punah

Kalau diingat-ingat lagi, masa kecil generasi 2000-an dulu sebenarnya cukup menarik. Sebelum ada algoritma YouTube Kids atau tontonan kartun 24 jam nonstop di HP, hiburan paling menanti sebelum tidur adalah dongeng dari orang tua. Tanpa efek visual CGI mahal, cuma bermodalkan suara ibu yang diubah-ubah ala radio drama, kita sudah bisa terbawa ke alam mimpi dengan hebohnya. Saya sendiri masih ingat betul bagaimana saban malam dicekoki berbagai macam cerita rakyat. Waktu itu, dua dongeng yang masuk jajaran best seller di rumah adalah kisah Malin Kundang dan Batu Belah Batu Bertangkub. Saking hidupnya cerita itu di kepala saya dan adik, kami…
Read More
Tinggal di Pandhalungan Itu Seru, Cuma Sering Bingung Ini Lagi Di Jawa Atau Madura

Tinggal di Pandhalungan Itu Seru, Cuma Sering Bingung Ini Lagi Di Jawa Atau Madura

Sejak lulus SD, saya resmi diboyong untuk menetap di Kota Jember. Artinya, sudah bertahun-tahun saya menghirup udara bumi jembatan Madura-Jawa ini. Dari yang awalnya kaget sampai akhirnya terbiasa, sedikit banyak saya mulai memahami realita unik tinggal di kawasan Pandhalungan, tempat akulturasi beragam budaya yang melebur menjadi satu. Tinggal di kota Pandhalungan itu jujur saja sangat seru. Tapi di saat yang bersamaan, ada satu krisis identitas kecil yang terus berulang setiap hari: “saya ini sebenarnya lagi di Jawa atau di Madura?” Sebab, atmosfernya benar-benar hybrid. Di satu tempat saya merasa seperti lagi berada di pinggiran Solo, yang Jawanya begitu kental, tapi…
Read More
Alasan Utama Kamu Harus Coba Tajin Palappa, Sarapan Murah Meriah Khas Situbondo yang Bikin Ketagihan

Alasan Utama Kamu Harus Coba Tajin Palappa, Sarapan Murah Meriah Khas Situbondo yang Bikin Ketagihan

Sebagai orang yang lahir dan besar di Situbondo, rasa cinta pada kota kecil di pesisir utara Jawa Timur ini jelas sudah mendarah daging. Kota kami memang bukan metropolitan yang penuh gedung pencakar langit atau kafe-kafe aesthetic berkonsep industrial unfinished. Tapi, Situbondo punya daya pikat tersendiri yang selalu berhasil memanggil pulang para perantau di luar kota. Salah satu penarik utamanya adalah makanan khasnya. Setiap kali kaki ini kembali menginjak tanah kelahiran, ada satu item kuliner yang wajib hukumnya jadi incaran pertama: Tajin Palappa. Sarapan Sejak Kecil yang Harganya Murah Banget Nget Nget “Sol, Ibu pagi ini belum masak, jadi beli tajin…
Read More
Kembali Ikut Kompetisi Blog Setelah Sekian Purnama

Kembali Ikut Kompetisi Blog Setelah Sekian Purnama

Ada satu momen dalam hidup ketika kita menyadari bahwa rutinitas harian ternyata sanggup mengikis hal-hal yang dulu amat kita cintai. Bagi saya, hal itu adalah dunia blog. Terakhir kali saya mendaftarkan tulisan untuk berlaga di sebuah kompetisi blog mungkin sekitar bulan Desember 2024. Setelah itu? Hilang bagai ditelan bumi. Bukan tanpa alasan, sih. Selepas akhir 2024 itu, hidup saya mendadak diisi oleh kesibukan-kesibukan baru yang bergaya sok dewasa (wkwk). Saya mulai sibuk menekuni jalur karier sebagai asisten lawyer, berhadapan dengan berkas hukum, pasal-pasal, serta mondar-mandir mengurus beberapa proyek yang menguras isi kepala. Meski begitu, blog pribadi saya sebenarnya tidak benar-benar…
Read More
Memori Indah di Pojok Sekretariat Tabilla, Jadi Tempat Persembunyian Anak Organisasi Paling Aman di Sekolah

Memori Indah di Pojok Sekretariat Tabilla, Jadi Tempat Persembunyian Anak Organisasi Paling Aman di Sekolah

Menjadi bagian dari Tabilla waktu sekolah dulu adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang rasa-rasanya sulit tertandingi. Dari sekian banyak organisasi ekskul di sekolah yang rajin pamer piala atau pamer seragam gagah, Tabilla punya pesona rompi sendiri yang seakan jadi ‘Kartu AS’ buat leluasa wira-wiri ketika ada acara yang sedang berlangsung. Bagi yang belum tahu, nama Tabilla itu kependekan dari Taqarrub Billah, yang secara harfiah artinya mendekatkan diri kepada Allah. Sebuah nama yang sangat religius, adem, dan penuh ikhtiar spiritual. Tapi menariknya, kami yang bergabung di dalamnya punya jargon unik yang rasanya agak-agak "skena" pada zamannya: The Green Carpet Community. Kenapa alasannya?…
Read More
Blogwalking, Tradisi Komen Antar Blogger yang Mulai ‘Punah’

Blogwalking, Tradisi Komen Antar Blogger yang Mulai ‘Punah’

Bagi generasi yang tumbuh dan dewasa di era internet 2000-an awal hingga pertengahan 2010-an, jagat maya pernah menjadi tempat yang terasa sangat personal. Tepat sebelum algoritma media sosial mendikte apa yang harus kita tonton, ada sebuah aktivitas sakral yang saban hari dilakoni anak-anak muda saat nongkrong di warnet atau memanfaatkan sisa kuota modem gantung: blogwalking. Ya, kalau secara harfiah, blogwalking adalah jalan-jalan dari satu blog ke blog lain. Tapi secara esensi, ia adalah bentuk silaturahmi paling tulus di era awal Web 2.0. Aktivitasnya sederhana tapi butuh niat tingkat tinggi. Kita mampir ke blog milik orang lain yang sering kali tidak…
Read More
Terima Kasih BPJS, Kini Ibu Saya Bisa Berobat Tanpa Harus Khawatir Biaya

Terima Kasih BPJS, Kini Ibu Saya Bisa Berobat Tanpa Harus Khawatir Biaya

Tak pernah dibayangkan sebelumnya, Ibu saya yang ceria dan periang didiagnosa penyakit autoimun beberapa tahun silam. Ada kekhawatiran tersendiri ketika pertama kali mengetahui hal tersebut, mulai dari bagaimana kedepannya, termasuk salah satunya perihal biaya pengobatan yang di bayangan kami sepertinya begitu besar. Bagi yang awam, autoimun ini bukan jenis penyakit yang sekali minum obat langsung sembuh. Ini adalah perjalanan panjang dimana ibu harus menjalani pengobatan rutin, dan kontrol secara berkala. Beruntung, keluarga kami mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan dari pemerintah. Kehadiran kartu hijau ini benar-benar jadi penyelamat, membuat seluruh biaya pengobatan Ibu yang mahal itu ditanggung sepenuhnya alias gratis. Tantangan baru…
Read More
Antrean Bensin Jember Jadi Bukti Bahwa Solidaritas Panik Kita Memang Tiada Tanding

Antrean Bensin Jember Jadi Bukti Bahwa Solidaritas Panik Kita Memang Tiada Tanding

Sebagai warga Jember yang setiap hari muter-muter area Kampus dan sekitarnya, saya mendadak menemukan fenomena sosial baru yang luar biasa.  Bukan, ini bukan soal Jember Fashion Carnaval yang megah itu. Ini soal fenomena sehari-hari yang jauh lebih konsisten memacetkan jalanan: antrean SPBU yang mengular secara merata hampir di seluruh Jember. Awalnya, isu bensin cepat habis ini muncul sayup-sayup di grup WhatsApp keluarga dan postingan media sosial lokal. Ada yang nyeletuk kalau stok lagi tersendat, ada yang bilang truk tangki terlambat datang. Efeknya? Luar biasa spektakuler. Kios-kios eceran pinggir jalan mulai senyap menyisakan botol-botol kaca yang kosong dari bensin hijau-biru itu.…
Read More