Faisol Abrori

Tertarik menulis beragam hal seperti bisnis, teknik marketing, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kerja sama, kirim email ke: faisolabrori5@gmail.com
462 Posts
Paradoks Netizen Indonesia, Ramah di Dunia Nyata, Barbar di Dunia Maya

Paradoks Netizen Indonesia, Ramah di Dunia Nyata, Barbar di Dunia Maya

Indonesia dikenal luas sebagai bangsa yang hangat, murah senyum, dan sangat menjunjung tinggi norma kesopanan. Beberapa pelancong juga mengatakan hal serupa dalam beberapa sesi wawancara ketika mereka diminta untuk mendeskripsikan hal yang paling berkesan tentang Indonesia. Namun, pengalaman berbeda ketika kita berada di ruang digital, seperti medsos misalnya, dimana netizen Indonesia justru berbanding terbalik dengan citra yang selama ini melekat di dunia nyata. Ada begitu banyak komentar rasisme, hingga perundungan siber (cyberbullying) yang sangat brutal. Hal ini kemudian memunculkan sebuah kondisi, yakni Paradoks Netizen Indonesia. Dualisme Netizen Indonesia Laporan Digital Civility Index (DCI) yang pernah dirilis Microsoft beberapa tahun lalu…
Read More
Buku Sebait Rindu dan Impian Menjadi Penulis Buku

Buku Sebait Rindu dan Impian Menjadi Penulis Buku

Bagi saya, menulis bukan sekadar persoalan merangkai kata demi kata hingga menjadi baris-baris kalimat yang padu. Lebih dari itu, menulis adalah tentang bagaimana kita menghayati hidup dan "mengabadikan" keberadaan diri di dunia. Saya selalu teringat pada adagium Latin yang kerap diucapkan oleh dosen saya di bangku kuliah: “Verba volant, scripta manent”—apa yang diucapkan akan terbang dan hilang, sedangkan apa yang dituliskan akan tetap abadi. Ketertarikan saya pada dunia kepenulisan sudah tumbuh sejak kecil. Tanpa ingat pasti kapan persisnya, sejak berada di bangku Sekolah Dasar (SD), saya sudah gemar mencoret-coret lembaran kertas. Di sela-sela jam istirahat sekolah misalnya, saya memberanikan diri…
Read More
Popularitas Lagu Timur Warnai Industri Musik Tanah Air, Bikin Bangga Indonesia

Popularitas Lagu Timur Warnai Industri Musik Tanah Air, Bikin Bangga Indonesia

Pada 2025 lalu, lagu Tabola Bale sukses menghentak industri musik tanah air. Tak hanya digandrungi masyarakat seantero Nusantara, lagu pop energik ini bahkan berhasil menggoyangkan panggung Istana Merdeka saat perayaan HUT ke-80 RI. Karakter lagunya yang ringan, mudah didengar, dan membangkitkan “gairah”, sehingga cocok dinyanyikan lintas generasi. Tak heran jika lagu tersebut diputar dan dinyanyikan di mana-mana. Tabola bale merupakan satu dari sekian banyak lagu timur yang berhasil menerobos industri musik Indonesia. Fenomena ini menjadikan lagu-lagu timur sebagai jenis lagu yang layak diperhitungkan. Bahkan, musik Timur kini telah bertransformasi menjadi kekuatan utama yang memberi warna baru dan kesegaran dalam kancah…
Read More
Angka Perkawinan di Indonesia Kian Merosot, Ketidakstabilan Ekonomi Kena Sorot?

Angka Perkawinan di Indonesia Kian Merosot, Ketidakstabilan Ekonomi Kena Sorot?

Menjadi seorang asisten advokat membuat saya akrab dengan perkara perdata Islam, terutama perceraian. Setiap hari, pekerjaan saya berputar di sekitar orang-orang yang ikatan rumah tangganya sedang retak. Bahkan, pernah dalam satu hari saja saya mendampingi puluhan klien yang sebagian besar datang dengan satu tujuan, “mengakhiri pernikahan”. Jika sebagian besar orang hanya mendengar berita tingginya angka perceraian melalui televisi atau media sosial, saya menyaksikan sendiri kondisi riil di lapangan. Di tempat tinggal saya, Kabupaten Jember, angka perceraian tahun ini melonjak tajam. Sejak Januari hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 2.211 perkara perceraian masuk, yang mayoritas didominasi oleh cerai gugat yang diajukan pihak…
Read More
Menghidupkan Budaya Kritis di Era Digital

Menghidupkan Budaya Kritis di Era Digital

Pikiran merupakan hal yang paling penting dalam sejarah peradaban manusia. Piara filsuf bahkan sampai pada kesimpulan, bahwa kekuatan manusia terletak pada pikirannya. Seorang filsuf asal Skotlandia, Sir William Hamilton memberikan satu kutipan yang menohok, “tidak ada yang agung di dalam diri manusia kecuali pikirannya”. Tentu bukan hal aneh ketika pikiran menjadi salah satu objek kajian yang terus-menerus dibahas oleh manusia hingga sekarang. Secara teoritis-praktis, pikiran merupakan sumber suka, duka, penyesalan, hingga kekhawatiran dalam diri manusia. Kompleksitas cara pandang ini kemudian membentuk suatu hal yang disebut “mindset”, yakni sekumpulan kepercayaan atau cara berpikir yang menentukan sikap dan perilaku seseorang. Pikiran Sebagai…
Read More
Nyala Semangat dalam Kapsul Obat

Nyala Semangat dalam Kapsul Obat

Jika harus menyebutkan nama orang terdekat yang paling sabar, saya akan menyebut Ibu. Beliau adalah sosok paling tabah yang pernah saya kenal. Meski harus rutin bolak-balik ke rumah sakit setiap minggu, senyum masih selalu terbit dari wajahnya. Apalagi melihat semangatnya yang terus menyala dan kegigihannya untuk sembuh, membuat hati kecil saya terenyuh. Hingga artikel ini ditulis, setidaknya ada ribuan pil dan kapsul obat yang masuk ke dalam tubuhnya, menyangga untuk bisa beraktivitas seperti sediakala. Tak bisa dibayangkan, butuh berapa banyak kompromi dan kata-kata penguat hati untuk bisa sampai sejauh ini. Sempat Hancur Ketika Didiagnosa Autoimun Saya pernah bertanya bagaimana perasaan…
Read More
Kiat Lulus Ujian Profesi Advokat (UPA)

Kiat Lulus Ujian Profesi Advokat (UPA)

"Selamat sol, kamu lolos". Begitu bunyi pesan whatsapp pengacara di kantor tempat saya magang, sembari mengirimkan satu lampiran berjudul "UPA 2026 - Hasil Ujian Kota Jember". Saya yang saat itu sedang menganalisis sebuah perkara, terdiam sejenak, tak henti-hentinya mengucapkan syukur alhamdulillah. Akhirnya satu fase terlewati lagi, yang artinya semakin dekat menuju agenda sumpah untuk bisa beracara sendiri sebagai seorang advokat nantinya. Sebelum diangkat menjadi advokat, ada beberapa tahapan yang harus dilalui terlebih dahulu. Pertama, mengikuti PKPA (Pendidikan Khusus Profesi Advokat), Kedua mengikuti UPA (Ujian Profesi Advokat), dan Ketiga Pengangkatan & Pengambilan Sumpah. Artinya, menjadi sarjana hukum saja tidak cukup, dimana…
Read More
Rambut Tak Lagi Tumbuh di Area Tertentu: Penyebab dan Solusi Efektifnya

Rambut Tak Lagi Tumbuh di Area Tertentu: Penyebab dan Solusi Efektifnya

Sumber: https://farmaninaclinic.com/ Pernahkah Anda mengamati garis rambut di dahi yang perlahan semakin mundur, atau area puncak kepala yang kian menipis hingga kulit kepala terlihat semakin jelas? Pertanda itu mungkin karena rambut tak lagi tumbuh di area tertentu dan akhirnya membuat Anda khawatir apakah nantinya akan terjadi kebotakan. Kemudian mungkin Anda akan refleks mencari tahu bagaimana cara mengatasinya, mulai dari mengganti sampo, memakai tonik herbal penyubur rambut, hingga mengonsumsi suplemen yang klaimnya bisa mencegah kebotakan. Namun bisa jadi cara-cara tersebut bukan solusi yang efektif, dan justru malah hanya membuat waktu, uang, dan tenaga Anda. Situasi seperti ini memang wajar menimbulkan kebingungan,…
Read More
Teknologi Tanpa Empati itu Hampa

Teknologi Tanpa Empati itu Hampa

Sumber gambar: Pexels/Cottonbro Studio Saya mendengar salah seorang nyeletuk, “sekarang teknologi semakin maju, tapi sayangnya moral manusianya justru makin mundur, miris ya.” Dan dipikir-pikir, sepertinya celotehan tersebut ada benarnya juga. Apalagi ketika melihat kebiasaan manusia yang saat ini menjadi hampir sepenuhnya berada pada ruang digital, menciptakan sebuah kekhawatiran bagi masa depan umat manusia. Coba kita lihat, di media sosial dirancang untuk mengamplifikasi emosi secara ekstrem, untuk satu tujuan: Engagement. Akhirnya, kita merasa harus selalu up-to-date, sehingga merasa mantengin HP adalah suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Bukankah sangat mengerikan? Ketika Kecepatan Jadi “Standar” Tunggal Seperti yang kita ketahui bersama, perkembangan…
Read More
Menulis atau Tergilas? Nasib Idealisme Anak Muda di Zaman yang Serba Instan

Menulis atau Tergilas? Nasib Idealisme Anak Muda di Zaman yang Serba Instan

Idealisme dari 1 Artikel Dulu, saya ingat sekali seberapa sulitnya perjuangan untuk menulis di blog. Jangankan menulis artikel, saya bahkan tidak memiliki laptop atau komputer sendiri di rumah. Jadinya, mau nggak mau saya harus minjem laptop temen, atau paling tidak ya jalan kaki ke warnet yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dari rumah. Batin saya, “hujan badai angin ribut bukan halangan, apapun yang terjadi saya harus nulis”. Entah apa yang ada di benak saya kala itu, tapi yang saya ingat bahwa saya begitu semangat untuk menulis blog. Rasanya, udah seperti orang yang lagi kasmaran. Maklum, blog saat itu masih belum…
Read More