Terima Kasih BPJS, Kini Ibu Saya Bisa Berobat Tanpa Harus Khawatir Biaya

Bagi yang awam, autoimun ini bukan jenis penyakit yang sekali minum obat langsung sembuh. Ini adalah perjalanan panjang dimana ibu harus menjalani pengobatan rutin, dan kontrol secara berkala. Beruntung, keluarga kami mendapatkan bantuan BPJS Kesehatan dari pemerintah. Kehadiran kartu hijau ini benar-benar jadi penyelamat, membuat seluruh biaya pengobatan Ibu yang mahal itu ditanggung sepenuhnya alias gratis.

Tantangan baru muncul saat keluarga kami memutuskan untuk pindah dari Situbondo ke Jember

Harusnya, langkah paling logis adalah memindahkan Faskes dan rujukan rumah sakit Ibu ke Jember. Tapi, ketakutan-ketakutan khas warga +62 mulai muncul di kepala saya. Saya membayangkan birokrasi yang berbelit, dan yang paling saya takuti rekam medis Ibu dari rumah sakit lama bakal hilang atau berubah.

Kiprah dan riwayat penanganan autoimun Ibu di rumah sakit Situbondo sudah sangat sesuai dan berlangsung lama. Pikiran saya membisikkan, “Daripada ribet dan risikonya tinggi, mending kita bertahan aja di RS lama.” Ibu pun sempat takut terjadi hal serupa, apalagi rasanya sudah sangat ‘klop’ dengan rumah sakit di sana.

Kondisi Ibu ‘Ngedrop’ Jadi Titik Balik Pindah Faskes

Sampai akhirnya, titik balik itu datang tiba-tiba.

Pas tengah malam, kondisi Ibu mendadak ngedrop parah. Tubuhnya lemah karena diare yang berkepanjangan dan situasinya tidak memungkinkan sama sekali untuk dilarikan ke Situbondo yang jaraknya berjam-jam. Dalam kondisi panik, kami langsung membawa Ibu ke IGD RS Citra Husada Jember untuk mendapatkan penanganan darurat.

BACA  Bangga Berbahasa Indonesia, Cara Kita Menjaga Identitas Nasional di Tengah Arus Global

Di ruang perawatan inap itulah, dokter dan pihak rumah sakit melihat kondisi kami dan memberikan saran yang sangat masuk akal: “Mas, kasihan Ibunya kalau harus bolak-balik luar kota terus. Mending proses kepindahannya diurus ke Jember saja, biar kontrol rutinnya lebih dekat.”

Jujur saya masih cemas akan birokrasi BPJS yang kerap dicap rumit di media sosial, namun akhirnya memberanikan diri mengurus proses kepindahan faskes dan rujukan tersebut.

Proses yang saya bayangkan bakal memakan waktu berhari-hari dan dipingpong sana-sini, ternyata berjalan sangat mudah dan cepat. Sebenarnya saya langsung ke kantor BPJS Jl. Riau, untuk menanyakan perihal kepindahan faskes tersebut. Ternyata semua proses itu bisa saya lakukan dengan mudah melalui aplikasi BPJS Kesehatan. Sekitar kurang dari 5 menit, faskes langsung berubah otomatis.

Tidak ada keribetan berbelit dan tidak ada diskriminasi pelayanan. Dari Faskes tingkat pertama sampai Faskes lanjutan di Jember, kami disambut dengan pelayanan yang sangat baik, ramah, dan profesional.

Saya dan keluarga ingin mengucapkan terima kasih BPJS. Karena kemudahan dan pelayanan terbaik yang kami terima, kartu hijau ini tidak hanya menyambung asa dan kesehatan Ibu, tapi juga memberikan ketenangan jiwa yang tak terbeli dengan uang.

By Faisol Abrori

Tertarik menulis beragam hal seperti bisnis, teknik marketing, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kerja sama, kirim email ke: faisolabrori5@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *