21
Agu
Sumber gambar: Pexels/Cottonbro Studio Saya mendengar salah seorang nyeletuk, “sekarang teknologi semakin maju, tapi sayangnya moral manusianya justru makin mundur, miris ya.” Dan dipikir-pikir, sepertinya celotehan tersebut ada benarnya juga. Apalagi ketika melihat kebiasaan manusia yang saat ini menjadi hampir sepenuhnya berada pada ruang digital, menciptakan sebuah kekhawatiran bagi masa depan umat manusia. Coba kita lihat, di media sosial dirancang untuk mengamplifikasi emosi secara ekstrem, untuk satu tujuan: Engagement. Akhirnya, kita merasa harus selalu up-to-date, sehingga merasa mantengin HP adalah suatu keharusan yang tidak boleh ditinggalkan. Bukankah sangat mengerikan? Ketika Kecepatan Jadi “Standar” Tunggal Seperti yang kita ketahui bersama, perkembangan…
