Memori Indah di Pojok Sekretariat Tabilla, Jadi Tempat Persembunyian Anak Organisasi Paling Aman di Sekolah

Menjadi bagian dari Tabilla waktu sekolah dulu adalah sebuah kebanggaan tersendiri yang rasa-rasanya sulit tertandingi. Dari sekian banyak organisasi ekskul di sekolah yang rajin pamer piala atau pamer seragam gagah, Tabilla punya pesona rompi sendiri yang seakan jadi ‘Kartu AS’ buat leluasa wira-wiri ketika ada acara yang sedang berlangsung.

Bagi yang belum tahu, nama Tabilla itu kependekan dari Taqarrub Billah, yang secara harfiah artinya mendekatkan diri kepada Allah. Sebuah nama yang sangat religius, adem, dan penuh ikhtiar spiritual. Tapi menariknya, kami yang bergabung di dalamnya punya jargon unik yang rasanya agak-agak “skena” pada zamannya: The Green Carpet Community.

Kenapa alasannya? Ya sederhana saja. Bukan karena kami punya karpet merah bak ajang Hollywood, melainkan karena sekretariat Tabilla dari dulu memang beralaskan karpet hijau. Sebuah alas lesehan legendaris yang menyimpan ribuan kenangan manis, pahit, dibalut vibes kekeluargaan.

Tempat Cabut Kelas Paling Comfy dan Aman

Sebagai pers pelajar, sekretariat kami memang tergolong kecil dan posisinya terpojok di sudut sekolah. Tapi justru karena itulah ruangan ini jadi tempat persembunyian paling aman di seluruh area sekolah. Mau ada razia kedisiplinan atau patroli guru piket, area sekretariat Tabilla itu ibarat safe house kalau di film-film aksi.

Ruangannya adem, tenang, dan punya atmosfer yang enak banget buat kabur pas jam pelajaran membosankan. Ruangan kecil ini menyediakan suaka terbaik bagi anak-anak organisasi yang butuh alasan “sedang mengurus cetak majalah” padahal cuma kepengin ngindat dari tugas Matematika. Saking nyaman dan ademnya karpet hijau itu, saya sendiri tidak terhitung berapa kali ketiduran di sana sampai lupa kalau bel pulang sekolah sudah berbunyi.

BACA  Uang Bukan Segalanya, Tapi Segalanya Butuh Uang

Saksi Bisu Pembantaian Saat Rapat Evaluasi

Tapi tunggu dulu. Karpet hijau Tabilla tidak hanya jadi saksi bisu kebiasaan rebahan dan ajang cabut kelas kami. Di ruangan kecil itu juga, pernah terjadi “pembantaian” emosional paling menegangkan sepanjang masa remaja kami: Rapat Evaluasi Redaksi.

Apalagi kalau evaluasi sudah dimulai, behh ademnya ruangan langsung berubah serasa ruang sidang pengadilan. Kami dievaluasi satu per satu secara teliti dan tanpa ampun. Kinerja tulisan diulik, kepribadian dibedah, sampai komitmen kita di organisasi dipertanyakan sampai ke akar-akarnya.

Dan satu lagi, Tabilla punya aturan mutlak yang sangat unik dan sakral: Dilarang keras pacaran!

Prinsip ini dipegang teguh. Kalau ada anggota yang ketahuan cinta lokasi alias cinlok lalu pacaran, atau pacaran dengan siswa lain, hukumannya sudah pasti: auto out alias dipecat dari keanggotaan. Kebijakan ini bikin kita yang jomblo merasa aman, tapi buat yang lagi kasmaran diam-diam, setiap rapat evaluasi terasa stroke ringan.

Saya sendiri pernah sampai menangis sesenggukan pas sesi evaluasi. Bukan karena ketahuan pacaran ya, tapi emang kena ‘semprot’ karena hasil kinerja yang kurang maksimal. Beneran, deh. Jujur saja, rasanya lebih dag-dig-dug ketakutan dikejar deadline rubrik atau dikritik senior di Tabilla daripada sekadar panik karena lupa mengerjakan PR guru di kelas. Huhuhuu.

Lebih dari Sekadar Pers Pelajar

Mengingat kembali semua itu sekarang hanya bisa membuat tersenyum sendiri. Pojok sekretariat berkarpet hijau itu telah mengajarkan banyak hal: tentang kedisiplinan, komitmen, arti kejujuran pada diri sendiri, dan tentu saja seni bertahan hidup di sekolah.

Tabilla bukan sekadar organisasi pers tempat kami belajar ngetik atau bikin layout berita. Ia adalah tempat kami bertumbuh, menangis, tertawa, dan yang paling penting: mendekatkan diri, tidak hanya pada liputan dan deadline, tapi juga sesuai namanya: mendekatkan diri pada-Nya.

BACA  Jika Cinta Itu Indah, Lantas Mengapa Banyak yang Terluka?
By Faisol Abrori

Tertarik menulis beragam hal seperti bisnis, teknik marketing, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kerja sama, kirim email ke: faisolabrori5@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *