Kembali Ikut Kompetisi Blog Setelah Sekian Purnama

Ada satu momen dalam hidup ketika kita menyadari bahwa rutinitas harian ternyata sanggup mengikis hal-hal yang dulu amat kita cintai. Bagi saya, hal itu adalah dunia blog. Terakhir kali saya mendaftarkan tulisan untuk berlaga di sebuah kompetisi blog mungkin sekitar bulan Desember 2024. Setelah itu? Hilang bagai ditelan bumi.

Bukan tanpa alasan, sih. Selepas akhir 2024 itu, hidup saya mendadak diisi oleh kesibukan-kesibukan baru yang bergaya sok dewasa (wkwk). Saya mulai sibuk menekuni jalur karier sebagai asisten lawyer, berhadapan dengan berkas hukum, pasal-pasal, serta mondar-mandir mengurus beberapa proyek yang menguras isi kepala.

Tapi ndilalah masalah lain sempat datang menghampiri: blog saya mendadak kena banned sama Google. Cobaan hidup rasanya bertubi-tubi. Mau tidak mau, saya harus kerepotan mengurus migrasi platform blogspot ke WordPress mulai dari nol lagi demi menyelamatkan rumah digital tersebut.

Ketika Kesepian Membawa Saya Pulang ke ‘Rumah Maya’

Setelah semua keruwetan migrasi selesai dan dunia hukum berjalan sebagaimana mestinya, akhir-akhir ini ada perasaan aneh yang pelan-pelan menyelinap: rasa sepi.

Ternyata, jadi orang dewasa yang sibuk beracara dan mengurus proyek itu bisa terasa sangat menyendiri. Teman-teman punya kesibukan masing-masing, lingkungan kerja makin formal, dan saya merasa butuh pelarian yang sehat. Di sela-sela kepadatan aktivitas hukum yang kaku dan penuh pasal-pasal tebal, saya mendadak rindu bau keyboard dan rasa deg-degan menunggu pengumuman pemenang.

Aneh memang. Saya ini berulang kali jatuh cinta pada hal yang sama, yakni dunia tulis-menulis. Apalagi kalau sudah bicara soal lomba blog? Behh, rasanya menantang adrenalin banget! Seperti ada kepuasan tersendiri saat menyusun argumen, merangkai cerita, dan mengolah kata demi memperebutkan atensi dewan juri—sensasi yang tidak jauh berbeda dengan menyiapkan argumentasi di pengadilan, bedanya yang ini tidak sampai bikin masuk angin, hehe.

Kemenangan di Lomba Blog IDWebhost

Keberanian itu akhirnya terwujud kembali beberapa waktu lalu. Saya nekat mendaftarkan diri di kompetisi blog yang diadakan oleh IDWebhost, salah satu penyedia layanan domain dan hosting ternama di Indonesia.

BACA  Angka Perkawinan di Indonesia Kian Merosot, Ketidakstabilan Ekonomi Kena Sorot?

Perasaan saat merangkai tulisan untuk lomba itu sungguh excited luar biasa. Serasa menemukan kembali bagian dari diri saya yang sempat hilang karena tertutup tumpukan berkas.

Hasilnya? Ya, jujur saja saya belum beruntung untuk menyabet Juara 1, 2, atau 3. Tapi kejutan manis datang ketika nama saya diumumkan meraih penghargaan kategori Best Personal Experience.

Bagi orang lain mungkin ini cuma hadiah hiburan, tapi buat saya yang baru “kembali dari pengasingan”, pencapaian ini terasa sangat membanggakan! Rasanya seperti divalidasi bahwa tulisan saya masih punya jiwa dan bisa menyentuh pembacanya.

Tetap Semangat, Karena Kebahagiaan Hidup, Kita Sendiri yang Tanggung

Pengalaman ini makin menyadarkan saya bahwa dalam menjalani hidup, kita harus tetap semangat dan pandai-pandai menjaga kebahagiaan diri sendiri. Pada akhirnya, yang bertanggung jawab penuh atas kesehatan mental dan kebahagiaan kita ya diri kita sendiri, bukan orang lain.

Siapa sangka, berawal dari niat sederhana mencari kesibukan di tengah rasa sepi dan kejenuhan dunia hukum, eh malah ada hadiah manis yang nyantol. Alhamdulillah yagesya, selalu ada hiburan tak terduga kalau kita mau melangkah dan berani mencoba lagi.

By Faisol Abrori

Tertarik menulis beragam hal seperti bisnis, teknik marketing, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kerja sama, kirim email ke: faisolabrori5@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *