Sebagai orang yang lahir dan besar di Situbondo, rasa cinta pada kota kecil di pesisir utara Jawa Timur ini jelas sudah mendarah daging. Kota kami memang bukan metropolitan yang penuh gedung pencakar langit atau kafe-kafe aesthetic berkonsep industrial unfinished.
Tapi, Situbondo punya daya pikat tersendiri yang selalu berhasil memanggil pulang para perantau di luar kota.
Salah satu penarik utamanya adalah makanan khasnya. Setiap kali kaki ini kembali menginjak tanah kelahiran, ada satu item kuliner yang wajib hukumnya jadi incaran pertama: Tajin Palappa.
Sarapan Sejak Kecil yang Harganya Murah Banget Nget Nget

“Sol, Ibu pagi ini belum masak, jadi beli tajin palappa dulu ya”
Bagi orang luar, kata tajin mungkin terdengar asing. Tapi buat masyarakat lokal Situbondo dan Madura secara umum, tajin itu artinya bubur. Nah, Tajin Palappa ini jangan dibayangkan seperti bubur ayam dengan kuah kuning yang sering kamu temui di jalanan Jakarta atau Jogja. Ini adalah bubur beras super lembut yang disiram bumbu kacang gurih beraroma petis khas, plus ditambah gorengan hongkong (bakwan) atau tahu, serta tauge segar atau kangkung rebus di atasnya.
Makanan ini sudah jadi menu sarapan saya sejak masih piyik. Porsinya itu pas banget buat mengganjal perut di pagi hari plus nggak bikin begah, tapi sanggup menahan lapar sampai jam makan siang.
Dan yang paling tidak masuk akal adalah harganya. Tetangga saya namanya Lek Aas, menjual seporsi Tajin Palappa dengan harga cuma Rp3.000 saja. Kalau dipikir-pikir, duit tiga ribu perak di kota besar paling cuma dapat parkir motor dua kali atau kerupuk blek dua biji. Di Situbondo, uang segitu sudah dapet piring berisi bubur lembut, siraman bumbu petis manis-gurih yang melimpah, plus kerupuk renyah. Murah meriahnya bener-bener nggak ada obat!
Makanan Unik yang Bikin Bangga Jadi Orang Situbondo
“Isol, om Maman belikan tajin palappa 3 bungkus. Yang dua pedes, yang satu original (ga pedes),” kata Ibu sembari menyodorkan rantang yang memang sudah disiapkan sebagai wadah tajin untuk menyambut kedatangan om beserta keluarganya dari Gresik.
Ya, setiap kali ada saudara dari luar kota yang mampir atau silaturahmi ke Situbondo, menu wajib yang selalu disuguhi di meja makan ya Tajin Palappa ini. Respon mereka biasanya sama: kaget di suapan pertama karena perpaduan rasanya yang unik, lalu ketagihan di suapan-suapan berikutnya.
Mereka sering heran dan bertanya-tanya, kenapa makanan se-enak ini susah banget dicari di kota lain. Jawabannya ya sederhana, karena cita rasa bumbu petis racikan lokalnya memang authentic Situbondo. Nggak bisa diproduksi massal atau ditiru sembarangan.
Hal-hal sederhana seperti inilah yang bikin saya selalu bangga jadi anak Situbondo. Kota boleh kecil, tapi soal sarapan enak, murah, dan memorable, Tajin Palappa milik kami siap diadu dengan kuliner daerah mana pun!
(Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog nasional bersama Omjay Guru Blogger Indonesia https://wijayalabs.com/)

