FAISOL.ID – Media sosial tengah diramaikan oleh video “Tepuk Sakinah”, sebuah inovasi kreatif dari Kementerian Agama (Kemenag) yang diperkenalkan dalam program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Pra-Nikah.
Tepuk ini dibuat dengan tujuan untuk menyampaikan nilai-nilai rumah tangga dengan cara yang lebih ringan, mudah diingat, dan menyenangkan, terutama bagi pasangan muda.
Dengan nada ceria yang mengingatkan pada lagu anak-anak “Suka Hati”, Tepuk Sakinah menjadi metode interaktif yang diharapkan mampu menghidupkan suasana kelas bimbingan pranikah yang biasanya berlangsung formal.
Tujuan dan Makna di Balik “Tepuk Sakinah”
Menurut Kementerian Agama, yel-yel ini dirancang sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendekatan edukatif yang lebih segar dan komunikatif dalam memberikan pemahaman tentang nilai-nilai keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Melalui tepukan tangan dan lirik sederhana, pesan yang terkandung di dalamnya menekankan pentingnya komitmen, cinta, saling menghormati, serta musyawarah dalam membangun rumah tangga.
Berikut lirik lengkap Tepuk Sakinah:
Berpasangan … Berpasangan … Berpasangan (tepuk 3x)
Janji Kokoh … Janji Kokoh … Janji Kokoh (tepuk 3x)
Saling Cinta
Saling Hormat
Saling Jaga
Saling Ridho
Musyawarah untuk sakinah
Viral di Media Sosial
Unggahan video Tepuk Sakinah pertama kali muncul dalam kegiatan Bimbingan Pra-Nikah di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) dan langsung menarik perhatian warganet. Banyak yang menilai ide tersebut sebagai cara unik dan positif untuk menyampaikan pesan moral pernikahan kepada generasi muda.
Beberapa pengguna media sosial bahkan mengunggah versi mereka sendiri, lengkap dengan tepuk tangan dan gerakan sederhana. Komentar positif pun bermunculan.
“Lucu tapi bermakna. Nilainya dapet banget buat calon pengantin muda,” tulis salah satu pengguna di platform X (Twitter).
Edukasi dengan Sentuhan Kreativitas
Dilansir dari Tribunkaltim, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tenggarong, Naryanto, menjelaskan bahwa ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari metode pembelajaran dalam kegiatan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin.
Selain Tepuk Sakinah, Kemenag juga mulai mengembangkan berbagai modul kreatif lain, termasuk permainan interaktif dan simulasi komunikasi pasangan, agar materi pra-nikah tidak sekadar teoritis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Respon Positif dari Peserta Bimwin
Peserta bimbingan pra-nikah di sejumlah daerah mengaku bahwa kegiatan ini membuat suasana lebih cair dan tidak tegang.
“Biasanya kan materinya berat, tapi kalau ada Tepuk Sakinah jadi seru dan gampang diingat,” ujar Dina (27), calon pengantin asal Yogyakarta.
Beberapa penyuluh agama juga menilai, cara seperti ini efektif untuk memperkuat pesan pentingnya membangun rumah tangga yang penuh kasih dan saling menghormati.
Menyemai Nilai Sakinah di Era Digital
Fenomena Tepuk Sakinah menjadi bukti bahwa edukasi sosial bisa dikemas dengan cara yang kekinian tanpa kehilangan makna. Di tengah derasnya arus budaya populer, pendekatan yang sederhana namun bermakna seperti ini mampu menjadi jembatan antara nilai tradisi dan semangat modernitas.
Semakin viral, Kementerian Agama berharap pesan inti tentang cinta, tanggung jawab, dan keharmonisan rumah tangga dapat menjangkau lebih luas—tidak hanya di ruang bimbingan pra-nikah, tetapi juga di ruang digital tempat generasi muda berinteraksi.

