Ini 5 Penyebab Lag di Game Online Perlu Kamu Ketahui!

Game online kini semakin digandrungi banyak orang dari segala usia. Apakah kalian juga sedang kecanduan bermain game online akhir-akhir ini?

Well, karena game online sangat mengandalkan koneksi internet serta spesifikasi PC atau smartphone yang mumpuni, tentu kita mendambakan pengalaman gaming yang memuaskan. Namun, selalu saja ada hal menyebalkan yang mengganggu momen seru kita saat bertanding: lag.

Kebayang ‘kan bagaimana keselnya ketika sedang asyik bermain, lalu tiba-tiba PC maupun smartphone kalian freeze atau mendadak melambat?

Lag sendiri merupakan kondisi di mana gerakan atau visual yang ditampilkan di dalam game mengalami penundaan (delay) sehingga timing-nya tidak sesuai dengan eksekusi kita. Hal ini menyebabkan adanya jeda yang kerap memicu kekalahan. Lag dalam game online memang tidak bisa 100% dihilangkan sepenuhnya, tetapi kalian bisa mengantisipasinya dengan mengenali 5 jenis lag berikut ini!

Ping (Packet Internet Gopher) merupakan tolok ukur kecepatan reaksi yang dibutuhkan untuk mengirim data dari perangkat kalian ke server game dan sebaliknya. Satuan yang dipakai adalah millisecond (ms). Semakin kecil angka ping, maka semakin mulus dan responsif pula pengalaman kalian saat bermain game online.

Ping yang disarankan saat bermain game adalah di bawah 80ms. Jika nilainya melonjak lebih dari itu, layar PC atau smartphone kalian bisa mengalami stuttering (patah-patah) dan respons karakter akan sangat melambat.

Ciri khas lag akibat ping adalah karakter yang kalian mainkan terlihat bergerak normal, namun karakter pemain lain justru tampak seperti “jalan di tempat”. Penyebabnya bisa karena server game bermasalah, koneksi ISP/provider yang kurang stabil, atau ada aplikasi di latar belakang yang sedang update otomatis.

BACA  ATLUS Bangkitkan Persona 4 Lewat Remake “Revival”, Siap Masuk Game Pass

Kapasitas bandwidth internet juga bisa menjadi pemicu lag saat kalian bermain game online. Meskipun pada umumnya bermain game hanya mengonsumsi sedikit bandwidth, namun jika alokasinya terlalu kecil, ping otomatis akan melonjak naik dan membuat game terasa berat.

Besar kecilnya bandwidth ini bergantung pada paket provider yang kalian gunakan. Alokasinya akan semakin terbagi dan menyempit jika kalian melakukan multitasking sambil bermain game—seperti mengunduh file besar, streaming musik, atau memperbarui aplikasi di saat bersamaan.

Tak selalu berasal dari perangkat kalian, penyebab lag juga bisa datang langsung dari pusatnya, yaitu server game itu sendiri. Lag jenis ini merupakan gangguan yang tidak bisa diprediksi oleh para pemain. Sebagus apa pun laptop gaming atau smartphone canggih yang kalian pakai, jika server game sedang down atau overload, maka lag tak akan bisa dihindari.

Umumnya, lag server terjadi pada game-game yang baru saja dirilis atau sedang menggelar event besar. Bahkan game berskala raksasa sekalipun pernah mengalami masalah ini. Tidak ada hal teknis yang bisa kalian lakukan jika server game sedang bermasalah selain bersabar dan menunggu update resmi dari pihak developer.

Lag yang satu ini terjadi ketika kapasitas RAM pada laptop, PC, atau smartphone kalian berada di bawah standar minimum yang dibutuhkan oleh game tersebut. Tak hanya kartu grafis (VGA), besarnya kapasitas RAM sangat mempengaruhi kelancaran rendering game online, terutama untuk game-game berat bergenre MOBA dan MMORPG. Semakin besar kapasitas RAM yang kalian miliki, semakin smooth pula kinerja perangkat dalam menjalankan game.

Lag visual terjadi jika spesifikasi teknis hardware yang kalian miliki belum memenuhi syarat minimum game. Komponen yang paling bertanggung jawab di sini adalah kartu grafis atau VGA.

BACA  Cara Mendapatkan Musuh Noob di Mobile Legends Ini Mudah Untuk Dilakukan

Ciri-ciri lag visual dapat dirasakan langsung dari penurunan frame rate (FPS), di mana grafik game terasa patah-patah, melambat, dan patah saat banyak efek visual muncul di layar. Solusinya, kalian bisa menurunkan pengaturan grafik ke tingkat terendah (Low), melakukan overclock, atau memperbarui komponen VGA ke spesifikasi yang lebih tinggi agar permainan berjalan mulus tanpa hambatan.

Bicara soal spesifikasi perangkat untuk gaming, tidak selalu harus merogoh kocek terlalu dalam. Bagi kalian yang mencari smartphone harian fleksibel yang cukup oke untuk game-game kasual, Xiaomi Redmi 6A bisa jadi pertimbangan menarik. Selain harganya yang sangat terjangkau di kelasnya, varian RAM hingga 3GB sudah cukup memadai untuk menjalankan game online ringan dengan lancar. Dari kelima jenis lag di atas, mana nih yang paling sering kalian temui saat asyik mabar? Yuk, bagikan pengalaman kalian di kolom komentar!

By Faisol Abrori

Tertarik menulis beragam hal seperti bisnis, teknik marketing, dan lain sebagainya. Untuk keperluan kerja sama, kirim email ke: faisolabrori5@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *