FAISOL.ID – Kalian pernah nggak sih merasa sangat lelah setelah melewati hari yang panjang, atau setelah capek bekerja seharian? Nah, di saat pikiran rasanya mau pecah, sebagian orang memilih untuk pergi ke spa, tidur seharian, atau scrolling media sosial sampai berjam-jam. Namun, bagi para pencinta olahraga bola, ada satu hal yang ngga boleh diskip, nonton bola.
Eits, jangan salah! Menonton pertandingan sepak bola ternyata bukan sekadar hiburan pengisi waktu luang atau hobi yang membuang-buang waktu saja. Secara sains dan psikologi, aktivitas ini menyimpan segudang manfaat untuk kesehatan mental, salah satunya adalah ampuh mengurangi stres. Bagaimana fenomena ini bisa dijelaskan? Yuk, kita bedah bersama!
Mengapa Nonton Bola Bisa Jadi Obat Stres yang Ampuh?
Manfaat nonton bola untuk meredakan penat ternyata didukung oleh berbagai riset psikologi. Berikut adalah beberapa alasan ilmiahnya:
1. Ruang Pelepasan Emosi yang Sehat (Katarsis)
Dalam kehidupan sehari-hari, kita semua sering kali dituntut untuk menahan emosi. Kita harus tetap stay cool– sopan di depan atasan atau dosen, serta dituntut sabar saat isi kepala rasanya mau meledak. Nah, menumpuk emosi negatif seperti ini tentu tidak baik untuk kesehatan mental kita.
Oleh karena itu, dengan menonton bola memberikan kalian ruang yang aman untuk melepas semua beban tersebut. Saat pertandingan berlangsung, kalian bebas berteriak, bersorak, mengekspresikan kekecewaan, bahkan melompat kegirangan saat tim kebanggaan kalian mencetak gol.
Dalam psikologi, ekspresi emosi yang lepas tanpa filter ini disebut sebagai katarsis—sebuah pelepasan ketegangan emosional yang membuat pikiran terasa jauh lebih plong setelah peluit panjang berbunyi.
2. Pengalih Perhatian yang Sempurna (Escapism)
Saat fokus menyaksikan taktik permainan selama 90 menit, otak kita ternyata secara otomatis akan beristirahat dari memikirkan masalah pribadi.
Aktivitas ini menjadi sarana escapism atau pelarian sementara yang sehat. Menurut para ahli, mengistirahatkan pikiran sejenak dari kecemasan hidup sehari-hari sangat efektif untuk menurunkan kadar hormon kortisol (hormon pemicu stres) di dalam tubuh kalian.
3. Menjaga Hubungan Sosial dengan Orang Lain
Manusia adalah makhluk sosial, dan salah satu pemicu stres atau depresi terbesar adalah rasa kesepian. Ketika kalian menonton bola, baik itu nonton bareng (nobar) di kafe, berkumpul bersama keluarga di ruang tamu, atau sekadar ikut meramaikan keseruan di media sosial—kalian akan merasakan sense of belonging (rasa memiliki kelompok).
Menariknya, sebuah studi dari University of Sussex menunjukkan bahwa menonton pertandingan olahraga bersama orang lain bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis. Menjadi bagian dari komunitas sesama fans memicu tubuh untuk melepaskan hormon oksitosin. Hormon ini bertanggung jawab atas rasa bahagia, aman, dan keterikatan sosial yang membuat kalian merasa didukung dan tidak sendirian.
4. Banjir Hormon Bahagia
Pernahkah kalian merasa mood langsung melonjak drastis saat tim kesayangan mencetak gol kemenangan di menit-menit akhir? Secara biologis, itu adalah kerja dari hormon dopamin dan endorfin.
Otak membaca kemenangan tim tersebut sebagai sebuah pencapaian atau penghargaan bagi diri kalian sendiri (dikenal dengan fenomena basking in reflected glory). Lonjakan hormon bahagia ini tidak hanya mengusir stres seketika, tetapi efek positifnya sering kali terbawa hingga keesokan harinya, membuat kalian lebih bersemangat menjalani aktivitas.
Jadi, jika minggu ini kalian merasa penat dan lelah dengan urusan duniawi, jangan ragu untuk menyiapkan camilan favorit, nonton bola di bagoltv, dan bersiaplah bersorak untuk tim kebanggaan kalian. Biar makin semangat, coba spill tim jagoan kalian di kolom komentar ya!
