Sumber gambar: pexels/PNW Production
Ada banyak cara untuk mencintai Indonesia, salah satunya yakni dengan menulis. Bagiku, menulis bukanlah sekadar hobi saja, melainkan juga menjadi media paling tepat untuk menyampaikan perasaan, termasuk seberapa besar rasa cintaku pada negeri ini.
Sebelum seyakin ini, aku sempat ragu pada kapasitas diri, “siapalah aku” gitu. Apalagi ketika berbicara Indonesia, negara dengan ratusan jiwa, negara dengan sebesar dan seluas ini, dengan pulau-pulau kaya yang membentang dari Aceh sampai Papua, duh.. rasanya seperti mustahil akan ada yang mendengar suara kecilku.
Namun, bagaimanapun aku tetaplah aku. Ada begitu banyak hal yang ingin kutulis agar memberi dampak bagi kemajuan negeri. Tak peduli apakah ada pembaca atau tidak, dilihat atau tidak, aku akan tetap menulis. Kalau meminjam kata teman-teman blogger, “tulisan selalu menemukan pembacanya”. Dan ya, aku pun percaya hal itu, bahwa cepat atau lambat pesan-pesan ini nantinya akan sampai kepada yang membutuhkan.
Mengapa Memilih Menulis 30 Hari
Kebetulan, egoku tersentil ketika menemukan informasi lomba blog nasional yang diadakan Omjay. Aku tertarik untuk menantang diri sendiri menyampaikan unek-unek, hingga problem solving yang relevan dengan kondisi bangsa. Daripada hanya “berisik” di tongkrongan, atau ngobrol ngalur ngidul sampe berbusa, entah kenapa akhir-akhir ini aku lebih suka kalau semua itu diungkapkan menjadi tulisan.
Selain karena memang anaknya introvert, aku juga ingin agar ada arsip untuk semua pemikiranku nantinya. Why not?
Manfaat Menulis 30 Hari
Selain mengisi waktu senggang, menulis konsisten memiliki dampak yang luar biasa baik bagi penulis, pembaca, maupun media/blog milik kita. Setidaknya ada 5 keuntungan atau manfaat menulis 30 hari, berikut selengkapnya:
1. Mengasah Literasi Diri
Dengan menulis satu artikel selama 30 hari akan “memaksa” seorang penulis sepertiku untuk membaca pelbagai tulisan sebagai referensi. Hal ini bukan sekadar mencari hal atau topik baru untuk ditulis, tapi juga bagaimana cara menguraikan gagasan tersebut agar menjadi satu tulisan yang layak dibaca. Mulai dari proses riset hingga melakukan analisis, semuanya akan bermanfaat untuk melatih fokus kita pada isu tertentu.
2. Membangun Personal Branding
Bagiku, konsistensi adalah kunci utama dalam membangun reputasi. Dengan terus menghadirkan tulisan berbobot di blog, pembaca akan mudah mengenali keahlian dan karakter khas penulis. Ini akan membuka peluang untuk membuka peluang jejaring bisnis, maupun koneksi yang kuat kepada pembaca.
3. Menyediakan Oase Pengetahuan dan Solusi Bagi Pembaca
Manfaat selanjutnya, yakni setiap artikel yang kita publikasikan dapat menjadi sumber edukasi, bahan refleksi, atau bahkan menjadi inspirasi bagi orang lain untuk menjadi lebih baik kedepannya. Catatan 30 harianku ini juga berisi solusi yang relevan bagi realitas bangsa ini, apa saja yang bisa diperbaiki agar tercapai Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan oleh the founding fathers.
4. Meningkatkan Traffic Blog
Tak dapat dipungkiri, Google maupun search engines lainnya sangat menyukai artikel yang up-to-date dan berkualitas, sehingga dengan mengikuti tantangan 30 hari menulis akan membuat visibilitas blog kita meningkat di mata mesin pencari.
5. Mengumpulkan Arsip Karya
Manfaat kelima, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa tulisan adalah aset yang abadi. Dosenku pernah mengatakan sebuah peribahasa berbahasa latin, “verba volant, scripta manent” yang artinya ucapan akan hilang, tapi tulisan akan abadi. Dan ini sekaligus menjadi spirit utamaku dalam menulis apapun di blog, termasuk mengikuti tantangan menulis 30 hari, yakni sebagai jejak abadi yang bisa diwariskan kepada anak cucu kelak.
Indonesia dalam Catatan-catatan Kecil
Yang harus kita highlight, bahwa perubahan besar tidak selalu dimulai dari panggung politik atau mimbar akademisi yang megah. Justru, pemikiran jernih dan netral seringkali lahir dari sudut-sudut sunyi, dari obrolan-ke-obrolan, termasuk yang aku lakukan saat ini, menulis catatan di blog.
Merekam Indonesia dalam catatan-catatan kecil adalah caraku merawat ingatan. Apalagi, Indonesia yang kita lihat hari ini terbentuk dari jutaan gagasan-gagasan kecil masyarakatnya. Mulai dari ide tentang perjuangan rakyat pekerja, pemerataan sosial, keadilan, hingga berbagai isu yang sedang hangat diperbincangkan.
Satu Hari, Satu Gagasan untuk Negeri
Selama sebulan kedepan, lewat tantangan menulis konsisten selama 30 hari ini, aku akan mencoba membedah Indonesia dari pelbagai sudut pandang, mulai dari filsafat, ekonomi, hukum, hingga dinamika sosial yang terjadi. Semoga konsisten ya!
(Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog nasional bersama Omjay Guru Blogger Indonesia https://wijayalabs.com/)
